Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pengampu: Agus Salim, S.Si
Rangkuman Materi
1. Struktur dan Fungsi Organ Peredaran Darah
Sistem peredaran darah manusia tersusun atas tiga komponen utama: jantung, pembuluh darah, dan darah.
a. Jantung
Fungsi: Memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Ruang Jantung: Terdiri atas 4 ruang:
2 Serambi (Atrium): Berfungsi menerima darah masuk ke jantung.
2 Bilik (Ventrikel): Memiliki dinding otot yang lebih tebal dan kuat untuk memompa darah keluar dari jantung.
Katup Jantung: Berfungsi sebagai pemisah antar ruang agar darah tidak mengalir berbalik arah.
Bunyi Jantung: Menghasilkan bunyi "lub-dup" yang terjadi akibat kontraksi bilik dan penutupan katup jantung.
b. Pembuluh Darah
Arteri: Pembuluh darah besar, tebal, dan berotot yang membawa darah keluar dari jantung ke seluruh tubuh.
Vena: Pembuluh darah besar berdinding lebih tipis yang membawa darah kembali ke jantung.
Kapiler: Pembuluh darah yang sangat halus/tipis, tempat terjadinya pertukaran zat bermanfaat (nutrisi/oksigen) dan sisa metabolisme.
c. Komponen Darah
Plasma Darah (~55%): Cairan darah yang terdiri atas 90% air dan zat-zat terlarut (glukosa, asam amino, vitamin, lemak, mineral, serta mengangkut karbon dioksida dan limbah sisa metabolisme).
Sel Darah Merah (Eritrosit): Diproduksi di sumsum tulang dan mengandung hemoglobin untuk mengikat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Berumur sekitar 120 hari.
Sel Darah Putih (Leukosit): Memiliki inti sel (nukleus), berukuran lebih besar, dan berfungsi melawan bibit kuman/infeksi.
Keping Darah (Trombosit): Berperan penting dalam pembekuan darah saat luka dengan memproduksi jaring-jaring protein (fibrin).
2. Mekanisme Peredaran Darah & Tekanan Darah
Sistem Peredaran Darah Ganda: Darah melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu putaran lengkap:
Sirkuit Paru-Paru (Kecil): Jantung $\rightarrow$ Paru-paru (pertukaran $\text{CO}_2$ dengan $\text{O}_2$) $\rightarrow$ Jantung.
Sirkuit Seluruh Tubuh (Besar): Jantung $\rightarrow$ Seluruh tubuh (pertukaran $\text{O}_2$ dengan $\text{CO}_2$ di kapiler jaringan) $\rightarrow$ Jantung.
Tekanan Darah:
Diukur dalam bentuk pecahan (misal normal: 120/80 mmHg).
Angka atas (Sistol): Menunjukkan tekanan saat bilik (ventrikel) berkontraksi memompa darah.
Angka bawah (Diastol): Menunjukkan tekanan saat bilik relaksasi / menerima darah.
3. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Peredaran Darah
Aterosklerosis: Penyempitan dan pengerasan pembuluh arteri akibat penumpukan plak lemak/kolesterol. Jika terjadi pada arteri koroner, dapat memicu serangan jantung.
Stroke: Gangguan suplai darah ke otak karena pembuluh darah tersumbat atau pecah, menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen.
Hipertensi (Darah Tinggi): Kondisi saat tekanan darah $\ge 140/90\text{ mmHg}$. Disebut sebagai "silent killer" karena kerap tidak memunculkan gejala awal, namun dapat merusak organ penting seperti otak, jantung, dan ginjal.
4. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
Menerapkan pola makan bergizi seimbang serta membatasi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan gula.
Membatasi asupan garam (maksimal sekitar 1 sendok teh/hari).
Rutin berolahraga untuk menjaga kekuatan otot jantung dan kelancaran aliran darah.
Menghindari kebiasaan merokok dan menjaga berat badan ideal.
Daftar Modul & Materi
Klik materi untuk mulai mempelajari
Modul 1: Zat Aditif
Modul 2: Sistem Peredaran Darah