Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pengampu: Dewi Korawati
Zat dan Perubahannya
Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia, serta menjelaskan konsep massa jenis dan pemisahan campuran sederhana.
1. Pengertian Zat dan Wujudnya
Zat (Materi) adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang (memiliki volume).
Berdasarkan wujudnya, zat terbagi menjadi 3 jenis:
2. Perubahan Wujud Zat
Perubahan wujud zat terjadi karena adanya penyerapan atau pelepasan energi panas (kalor).
Membutuhkan/Menyerap Kalor:
Mencair/Meleleh: Padat $\rightarrow$ Cair (Contoh: Es batu meleleh)
Menguap: Cair $\rightarrow$ Gas (Contoh: Air mendidih menjadi uap)
Menyublim: Padat $\rightarrow$ Gas (Contoh: Kapur barus/kamper di lemari)
Melepaskan Kalor:
Membeku: Cair $\rightarrow$ Padat (Contoh: Air menjadi es)
Mengembun: Gas $\rightarrow$ Cair (Contoh: Titik-titik air di dinding luar gelas dingin)
Mengkristal / Terdeposisi: Gas $\rightarrow$ Padat (Contoh: Pembentukan salju)
3. Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Perubahan Fisika: Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Hanya bentuk, wujud, atau ukurannya yang berubah. bersifat reversibel (dapat kembali ke bentuk semula).
Contoh: Es mencair, kertas dirobek, beras ditumbuk menjadi tepung, gula dilarutkan dalam air.
Perubahan Kimia: Perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat kimia berbeda dari zat asalnya. Bersifat ireversibel (tidak dapat kembali).
Ciri-ciri: Terbentuk endapan, terjadi perubahan warna, menghasilkan gas, atau ada perubahan suhu/energi.
Contoh: Besi berkarat, kayu dibakar menjadi abu, singkong mengalami fermentasi menjadi tape, petasan meledak.
4. Kerapatan Zat (Massa Jenis)
Massa jenis ($\rho$) menunjukkan seberapa rapat partikel-partikel yang menyusun suatu zat.
$$\rho = \frac{m}{V}$$
$\rho$ (rho) = Massa jenis ($\text{kg/m}^3$ atau $\text{g/cm}^3$)
$m$ = Massa zat ($\text{kg}$ atau $\text{g}$)
$V$ = Volume zat ($\text{m}^3$ atau $\text{cm}^3$)
Prinsip Posisi Zat dalam Cairan:
Jika $\rho_{\text{benda}} > \rho_{\text{cairan}} \rightarrow$ Benda Tenggelam
Jika $\rho_{\text{benda}} = \rho_{\text{cairan}} \rightarrow$ Benda Melayang
Jika $\rho_{\text{benda}} < \rho_{\text{cairan}} \rightarrow$ Benda Mengapung
5. Pemisahan Campuran Sederhana
Campuran dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan sifat fisika komponen-komponennya:
Filtrasi (Penyaringan): Memisahkan zat padat dari cairan berdasarkan perbedaan ukuran partikel (Contoh: Menyaring air keruh/pasir).
Evaporasi (Penguapan): Memisahkan zat padat yang terlarut dari cairannya melalui pemanasan (Contoh: Pembuatan garam dari air laut).
Sublimasi: Memisahkan campuran yang salah satu zatnya dapat menyublim (Contoh: Pemisahan pasir dari kapur barus).
Distilasi (Penyulingan): Memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didih (Contoh: Penyulingan air murni atau minyak bumi).
Kromatografi: Memisahkan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan merambat zat terlarut pada medium penyerap (Contoh: Memisahkan zat warna/tinta).
Daftar Modul & Materi
Klik materi untuk mulai mempelajari
Modul 1: zat dan perubahannya